Sabtu, 28 Maret 2020
Faidatiwi Puspitasari 

Puisi dengan jenis syair, gurindam, dan kawan yang sejenisnya apakah masuk kedalam fiksi modern? 

Dalam kesusastraan Indonesia, jenis puisi termasuk kepada puisi klasik, bukan modern.

Dalam slide kelompok, kami menampilkan penjelasan bahwa fiksi modern dapat dilihat dari sudut kurun waktunya dan penulisannya. Apakah kami perlu merevisi istilah tersebut ya Pak? Apakah pernyataan yang kami lontarkan adalah benar?

Benar, modern atau tradisional/klasik mengacu pada periodisasi kesusastraan (waktu). Sastra Arab dan Indonesia tentu berbeda.

Kamis, 20 Maret 2020
Asa Qubaila

Dalam genre game digital itu ada keterangan manipulasi alur cerita, maksudnya bagaimana pak?

Manipulasi alur cerita adalah cara membuat beragam alur yang bisa jadi berbeda satu sama lain. Dalam game, hal itu dialami oleh pengguna atau pemainnya. Antara satu pengguna dengan pengguna lain bisa mengalami cerita yang berbeda. Misalnya, si A dan si B memainkan game yang sama, lalu ada pilihan di dalam game yang sedang mereka mainkan. Nah, pilihan A dan B yang berbeda membuat kelanjutan game yang dimainkan itu pun berbeda jalan ceritanya.

Kamis, 20 Maret 2020

Kinanti

Indonesia kaya akan beragam kebudayaaan dan tentu menyimpan keunikan tersendiri dibanding dengan negara lain. Salah satunya ialah tentang macam-macam permainan tradisional yang pernah ada. Namun di era modern ini permainan tradisional digantikan dengan seiring berkembangnya teknologi yaitu anak-anak memilih untuk permainan modern. Bagaimana cara pemuda-pemudi di Indonesia memperkenalkan serta mempertahankan permainan tradisional di kalangan anak-anak?

Kuncinya hanya diperlukan anak-anak muda yang mau dan mampu melestarikan kebudayaan tersebut. Yang diperlukan, pertama, adalah kesadaran bahwa permainan tradisional adalah warisan budaya nusantara yang memiliki tujuan dan fungsi yang baik khususnya untuk anak-anak. Kedua, perlu gerakan yang kongkret dari anak-anak muda tersebut dengan menyosialisasikan permainan-permainan tersebut dan manfaatnya dengan cara-cara yang menarik perhatian, khususnya untuk anak-anak. Cara tersebut bisa ditempuh oleh individu atau kelompok, baik dalam bentuk gerakan sosial maupun kegiatan akademik seperti penelitian dan pengabdian.

Rabu, 19 Maret 2020
Nurul Aini Choiriyah

Bagaimana cara menumbuhkan kemampuan dalam memahami suatu karya sastra pada seorang anak?

Dalam tahap sensori-motor (0-2 tahun), pemahaman anak ditentukan oleh orang dewasa yang membantunya memperoleh cerita-cerita, termasuk dongeng dan permainan. Hal tersebut membantu anak merespons berbagai persepsi indra dan gerakan-gerakan yang dapat mereka tiru. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan kemampuannya perlu diberikan bacaan-bacaan yang merangsang kemampuan merespons persepsi dan gerakan tersebut.

Adapun dalam tahap praoperasional (2-7 tahun), anak-anak bisa dibantu oleh orang dewasa atau merespons bacaan secara mandiri. Karena pada tahap ini anak sudah bisa mengoperasikan aktivitas mentalnya alias mengekspresikan apa yang dia pikirkan secara verbal maupun nonverbal (mewarnai dan corat-coret), diperlukan bacaan yang banyak menampilkan gambar-gambar menarik yang bisa dipahami dan objek-objek yang menjadi sarana belajar (mengenal angka, huruf, hewan, pekerjaan, dan sebagainya).

Pada tahap operasional kongkret (7-11), anak-anak mulai memiliki kemampuan mengklasifikasi suatu objek (seperti mengurutkan gambar dan huruf) serta mampu memecahkan masalah sederhana, seperti membuat mainan sederhana dengan konsep sains. Oleh karena itu, cara menumbuhkan pemahaman sastranya adalah dengan diberi bacaan-bacaan yang menampilkan alur cerita yang lebih kompleks (seperti menghadirkan konflik) agar anak paham bahwa dalam hidupnya ada masalah yang harus diselesaikan. Selain itu, anak-anak pada tahap ini dapat diberi buku-buku yang memberinya stimulus untuk menciptakan sesuatu (misal membuat kerajinan, tiruan pesawat, teknologi sederhana, dan sebagainya).

Selanjutnya pada tahap operasional formal (12 ke atas), anak-anak mulai beranjak dewasa dan dapat berpikir abstrak, yaitu memikirkan solusi atas berbagai permasalahan. Dengan demikian, cara membantu menumbuhkan kemampuannya dalam memahami bacaan adalah dengan memberikan bacaan-bacaan yang memberikan keleluasaan kepada anak untuk mengimajinasikan kehidupan yang lebih kompleks dalam karya sastra. Hal tersebut bisa dibantu juga dengan berdiskusi, membicarakan isi karya sastra dan menemukan hal-hal menarik di dalamnya.